$type=ticker$count=12$cols=4$cate=0$sn=0

Popular$type=slider$m=0$rm=hide$cate=1$c=4

Sorotan$type=carousel

Jokowi Meluruskan Demo UU Cipta Kerja Dibarengi Tertangkapnya Berita Hoaks

Demo tolak Omnimbus Law, UU cipta kerja dikarenakan adanya hoaks

jokowi meluruskan hoaks aksi demo tolak omnibus law
Ket: Jokowi luruskan hoaks demo Omnibus Law


Jakarta, motoberita||-Presiden RI. Jokowi meluruskan informasi yang beredar, hingga berbagai kalangan di masyarakat turun ke jalan dan menolak Omnibus Law. Menurut DPR RI hal itu dipicu adanya 12 berita hoaks di media sosial yang telah beredar dan ditangkapnya @videlyae asal Kota Makassar.


Menurut Jokowi, banyak informasi palsu bertebaran atau disinformasi saat UU sapu jagat itu dibahas dan disahkan oleh parlemen dan salah satunya adalah mengenai upah minimum provinsi kepada para pekerja berubah dibandingkan dengan aturan yang sebelumnya.

Jokowi mengambil contoh informasi menyebut penghapusan UMK (upah minimum kabupaten/kota), UMS (upah minimum sektoral provinsi) serta UMP (upah minimum provinsi). Hal ini tidak benar, faktanya pada upah di minimum regional atau UMR tetap ada. Presiden Jokowi meluruskan.

Terkait persoalan upah minimum yang dihitung per jam itu. Jokowi meluruskan, bahwa informasi dan peraturan pada UU Cipta Kerja tidak ada.

Disebutkan jika semua cuti, cuti sakit, cuti kawinan, cuti melahirkan, cuti khitanan, cuti kematian dan cuti baptis dihapuskan serta tidak ada kompensasi itupun juga tidak benar. Hak cuti itu tetap ada dan dijamin. Jokowi meluruskan saat di Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat (9/10/2020).

Termasuk wacana terkait dihapusnya perijinan analisis mengenai dampak lingkungan atau AMDAL dan tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak oleh perusahaan itu juga tidak benar, jaminan sosial dan ke sejahteraan lainnya juga tetap ada, ujar Jokowi meluruskan.

Dan adapula informasi komersialisasi pendidikan dan peraturan perizinan di pondok pesantren. Kesemuanya itupun, Jokowi meluruskan, itu tidak benar dan tidak diatur dalam UU Cipta Kerja.

DPR mengklaim bahwa masyarakat terkena isu hoaks di UU Cipta Kerja dipercaya seolah ini fakta, sehingga dikalangan masyarakat dan buruh menganggap jika pemerintah tidak mendengarkan suara mereka.

Alhasil masyarakat dan buruh turun ke jalan, berdemo menolak UU Cipta Kerja.

DPR mengklaim, berbagai kerusakan dimana-mana, dan kerugian ditaksir miliaran rupiah.

DPR mengklaim dan menjelaskan ada 12 berita hoaks UU Cipta Kerja yang telah ditebarkan kepada masyarakat, dijelaskan oleh DPR pada akun resmi Instagram DPR RI.

Diketahui komentar pedas yang telah beredar pada media sosial terkait UU Cipta Kerja hingga berujung pada aksi turun jalan dari berbagai daerah itu ternyata, dipicu oleh kabar hoaks dari orang berinisial VE yang berhasil di ungkap Tim Cyber Bareskrim Polri.

VE pemilik akun twitter @videlyae pun ditetapkan menjadi tersangka, karena menyebarkan berita hoaks lewat akun twitter pribadinya terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja, hal ini dikuatkan adanya konferensi pers. yang diterangkan Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di hari Jumat (9/10/2020).

Argo menerangkan, Tim Cyber Crime Mabes Polri dipimpin Brigjen Slamet Uliandi dan timnya telah melacak dan melakukan penyelidikan, menelusuri sumber asal berita hoaks ini tersebar.

Setelah ditelusur, ternyata diupload dan asal lokasi berita hoaks ternyata di Makassar, Sulawesi Selatan. Akun twitter @videlyae dengan pemilik resmi berinisial VE dan dilakukan penangkapan tanggal 8 Oktober 2020.

VE pemilik akun di twitter @videlyae, adalah seorang perempuan berusia 36 tahun warga Kota Makassar, akhirnya tertangkap lalu di bawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan. Dan memang benar yang bersangkutan melakukan postingan, menyiarkan berita hoaks pada akun twitter hingga mengakibatkan kerusuhan, terang Argo Yuwono.

Atas perbuatannya itu, menyebarkan berita hoaks di akun twitter sehingga menyebabkan kerusuhan, VE pemilik resmi akun pada twitter @videlyae, dijerat Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 junc to Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946, dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 10 tahun penjara. (IWN)

#motoberita #jokowimeluruskan
#uuciptakerja #dprmengklaim #uuciptakerja #beritahoaks

loading...
Tap Logo to Follow Us
               
Name

Entertainment,14,Hukrim,24,Internasional,26,Lifestyle,24,Nasional,99,Sorotan,11,Sport,17,Teknologi,7,
ltr
item
motoberita: Jokowi Meluruskan Demo UU Cipta Kerja Dibarengi Tertangkapnya Berita Hoaks
Jokowi Meluruskan Demo UU Cipta Kerja Dibarengi Tertangkapnya Berita Hoaks
Demo tolak Omnimbus Law, UU cipta kerja dikarenakan adanya hoaks
https://1.bp.blogspot.com/-rJER5V9fkdU/X4JgMDF2zLI/AAAAAAAADDg/YLPz6b6Tjhcujw4iQmI7WRQtOsu8jLZtQCLcBGAsYHQ/s400/Jokowi%2Bluruskan%2Bdemo%2Bomnibus%2Blaw.png
https://1.bp.blogspot.com/-rJER5V9fkdU/X4JgMDF2zLI/AAAAAAAADDg/YLPz6b6Tjhcujw4iQmI7WRQtOsu8jLZtQCLcBGAsYHQ/s72-c/Jokowi%2Bluruskan%2Bdemo%2Bomnibus%2Blaw.png
motoberita
https://www.motoberita.com/2020/10/jokowi-luruskan-demo-tolak-omnibus-law.html
https://www.motoberita.com/
https://www.motoberita.com/
https://www.motoberita.com/2020/10/jokowi-luruskan-demo-tolak-omnibus-law.html
true
2069715259663126101
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All DIREKOMENDASIKAN UNTUK ANDA LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy